MEDAN-Berbelanja (shopping) tak hanya melulu di mal saja. Ada baiknya shopping juga dilakukan dipasar tradisional. Pasalnya, selain harganya lebih murah dari harga di mal, kualitasnya juga tak jauh berbeda.
Seperti yang ditawarkan toko S Fashion Shop di lantai 1 pasar tradisional Pasar Rame, menawarkan beragam fashion bergaya ala tahun 80-an khusus fashion wanita. Kualitasnya jangan ragukan lagi. Sebab, toko ini menjual produk diimpor dari Korea dan Hongkong. Untuk model baju terbaru harganya dipatok mulai dari Rp100 ribu hingga Rp300 ribuan.
Cici, pemilik S Fashion Shop mengatakan, baju berbahan siffon saat ini menjadi idola para wanita, apalagi wanita dewasa. “Baju siffon akan terlihat lebih dewasa. Karena itu pangsa pasar untuk toko ini, biasanya para wanita yang telah bekerja dan juga ibu rumah tangga,” tambahnya.
Di toko Cici juga menawarkan baju jenis tank top berenda yang diimpor dari Korea. Harganya dipatok Rp100 ribu. Harga ini sesuai dengan kualitasnya karena merupakan produk impor dari Korea. Baju ini dari bahan karet, tetapi dijamin tak mudah melar.
Dikatakan Cici, salah satu andalan dari tokonya adalah model baju terbaru Gaun. Baju gaun ini pada sisi-sisinya diberi karet sehingga akan membentuk tubuh si pemakai. Harganya dipatok Rp300 ribuan. “Model baju terbaru dan kami jamin kualitasnya,” tuturnya.
Untuk ini juga melengkapi produknya dengan menawarkan beberapa aksesoris. Untuk aksesoris, mulai dari jepit rambut hingga jam tangan. Untuk jam tangan harganya mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1,9 juta. “Tergantung kualitasnya,” papar dia.
Dikatakan Cici, setiap hari Sabtu atau Minggu, merek memasok produk baru untuk menambah koleksi trend fashion. “Karena kami rutin memasok produk baru, pelanggan kami merasa puas karena banyak pilihan produk fsionnya,” aku Cici.
Cici menambahkan, utuk desain model baju terbaru pada fashion mereka tidak pasaran. Dalam hal ini, satu desain atau satu model hanya untuk satu baju saja dengan banyak pilihan warna. Namun, toko ini tidak menjual celana berbahan jeans. (mag-9)
Model Baju Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Informasi Berita Model Baju Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Berita Model Baju Terbaru. Tampilkan semua postingan
Model Baju Terbaru- Belasan Wanita Cantik Warnai "Re-opening" DVF-
KOMPAS.com - Dikabarkan, tren Spring/Summer 2011 ini akan diwarnai dengan warna-warna menyala dan terang. Tak ketinggalan, desainer yang aslinya berasal dari Jerman dan sudah dinaturalisasi menjadi warga Amerika Serikat, Diane von Furstenberg (DVF), juga menciptakan koleksi-koleksinya model baju terbaru dengan warna-warna cerah dan menyala. Ingin menyalakan semangat ceria tersebut, dalam menyambut re-opening tokonya, PT Graha Lifestyle, peritel pembawa brand DVF ke Jakarta, mengundang 16 wanita cantik untuk meramaikan acara tersebut dengan dress code Sexy Bold Color.
Bertempat di Ground Floor, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 21 Maret 2011, DVF memperkenalkan lokasi serta desain ruangan terbarunya di Plaza Indonesia. Lokasi terbaru ini merupakan lokasi pengganti dari gerai sebelumnya yang terletak di lantai 1. Sekitar 16 sosialita cantik mengenakan model baju terbaru DVF menjadi host acara tersebut, antara lain; Amelia Salim, Dian Muljadi, Deswita Sunjoto, Fitria Yusuf, Manohara Odelia, Nabila Syakieb, dan lainnya.
Ditemui Kompas Female di sela-sela acara, pengarang buku direktori belanja di Jakarta, The Little Pink Book, Fitria Yusuf mengungkap, "Koleksi DVF itu sudah ada sejak tahun 70-an, ketika dia pertama kali meluncurkan print wrap dress, tetapi dia sempat stop. Lalu di tahun 2000-an keluar lagi dengan lini ready to wear. Menurut saya, DVF itu selalu mengikuti tren model baju terbaru , wearable, dan cocok dengan karakter orang Indonesia, karena warna-warna yang vibrant serta bahan yang ringan, sesuai untuk dikenakan di negara beriklim tropis."
Hadir pula saat acara tersebut, Manohara Odelia yang mengungkap kesukaannya akan DVF kepada Kompas Female, "DVF itu terkenal dengan wrap dress, juga busana yang classical and elegant, tetapi tetap funky and young karena print-print-nya yang dia taruh. Selain wrap dress, dia juga punya busana-busana lain yang bisa di-mix and match. Seperti yang sekarang saya kenakan, swimsuit, dipadu dengan celananya. Jadi buat Mano, DVF itu sangat versatile, bisa dipakai siapa pun, dari umur remaja sampai usia lanjut," yang mengaku tak ingat kapan pertama kali mengenakan DVF, namun saat ini sudah memiliki banyak koleksi.
Sesuai untuk Indonesia
Salah seorang pihak pembawa brand ini ke Indonesia, Lareina Kusuma, di penghujung acara bertutur kepada Kompas Female, "Mengapa kami bawa DVF ke Indonesia adalah karena model baju terbaru gaya rancangannya yang distinctive. Kami juga melihat evolusi desain DVF sejak dulu. Ia adalah pionir baju dengan desain wrap dress, lalu terus berkembang hingga akhirnya menjadi salah seorang jadi fashion leader, serta memperkenalkan banyak siluet lain. DVF juga memiliki gaya desain yang 'tentang wanita', motonya, 'proud to be a woman', dalam arti mempercantik bentuk figur tubuh wanita. Kami suka dengan gayanya itu."
Untuk S/S 2011, DVF mencanangkan koleksi bertajuk goddess, yang banyak bermain pada bahan-bahan ringan, melambai, struktur loose, liquid silk dress, dan celana gather high waisted, juga cropped pants. Untuk warna-warna, DVF bermain dengan sensasi warna koral, cokelat tembakau, kuning menyala, violet pekat, biru elektrik, dan hijau, krem, yang kesemuanya menciptakan kontras tetapi masih saling mendukung satu sama lain meski dipadankan dengan tabrak lari. Corak print yang kuat, bold, seperti bentuk awan, lambang arsitektural, mengalir, dan tabrak corak masih menjadi ciri DVF.
"Saya sendiri suka DVF karena cutting oke, harga reasonable, model tidak pasaran, serta punya ciri khas yakni print yang selalu berani, tetapi saat dikenakan masih masuk dengan kulit kita. Meski di Indonesia, lebih senang tren Hollywood ketimbang gaya London atau Paris, tidak bisa dipungkiri, sekarang masyarakat Indonesia sudah banyak yang berani mengekspresikan personal type-nya. Tetapi yang saya lihat, penduduk Jakarta lebih senang dengan warna-warna yang terang dan eye catching, karena mereka akan datang ke acara-acara, dan mereka ingin stand out in the crowd. Selain itu, secara harga, meski banyak label-label high street, seperti Mango, Topshop, dan katanya H&M akan segera masuk ke sini, tetapi saya rasa label-label seperti DVF yang tepat untuk tipe orang yang ingin sesuatu yang bagus dan tidak terlalu massal, pasti akan selalu ada market di Indonesia," tutur Fitria Yusuf yang saat diwawancara mengenakan blazer putih dan celana pendek mini koleksinya dari DVF.
Ke depannya, Lareina dan partnernya di PT Graha Lifestyle yakin, DVF masih akan terus mengupayakan penambahan gerai seiring perkembangan gaya hidup di Indonesia, "Di Indonesia, mal masih terus berkembang dan jadi tempat tujuan. Ke depannya, kami mengharap akan membuka tempat lain, melihat waktu dan lokasi. So far, kami sangat senang dengan respons masyarakat. Sejak pertama membuka toko di Plaza Indonesia, para pelanggan yang sudah pernah ke luar negeri dan tahu brand ini, banyak yang mendatangi gerai kami. Jadi, kami senang karena ternyata market di sini menerima dan sasaran kami tepat. Pelan-pelan, kami juga meningkatkan market awareness. Model Baju terbaru mudah dipakai, jadi banyak penggemarnya. Cocok untuk wanita bekerja, dan wanita yang merasa nyaman dengan dirinya dan bisa mengenakan apa pun."
NAD
Bertempat di Ground Floor, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 21 Maret 2011, DVF memperkenalkan lokasi serta desain ruangan terbarunya di Plaza Indonesia. Lokasi terbaru ini merupakan lokasi pengganti dari gerai sebelumnya yang terletak di lantai 1. Sekitar 16 sosialita cantik mengenakan model baju terbaru DVF menjadi host acara tersebut, antara lain; Amelia Salim, Dian Muljadi, Deswita Sunjoto, Fitria Yusuf, Manohara Odelia, Nabila Syakieb, dan lainnya.
Ditemui Kompas Female di sela-sela acara, pengarang buku direktori belanja di Jakarta, The Little Pink Book, Fitria Yusuf mengungkap, "Koleksi DVF itu sudah ada sejak tahun 70-an, ketika dia pertama kali meluncurkan print wrap dress, tetapi dia sempat stop. Lalu di tahun 2000-an keluar lagi dengan lini ready to wear. Menurut saya, DVF itu selalu mengikuti tren model baju terbaru , wearable, dan cocok dengan karakter orang Indonesia, karena warna-warna yang vibrant serta bahan yang ringan, sesuai untuk dikenakan di negara beriklim tropis."
Hadir pula saat acara tersebut, Manohara Odelia yang mengungkap kesukaannya akan DVF kepada Kompas Female, "DVF itu terkenal dengan wrap dress, juga busana yang classical and elegant, tetapi tetap funky and young karena print-print-nya yang dia taruh. Selain wrap dress, dia juga punya busana-busana lain yang bisa di-mix and match. Seperti yang sekarang saya kenakan, swimsuit, dipadu dengan celananya. Jadi buat Mano, DVF itu sangat versatile, bisa dipakai siapa pun, dari umur remaja sampai usia lanjut," yang mengaku tak ingat kapan pertama kali mengenakan DVF, namun saat ini sudah memiliki banyak koleksi.
Sesuai untuk Indonesia
Salah seorang pihak pembawa brand ini ke Indonesia, Lareina Kusuma, di penghujung acara bertutur kepada Kompas Female, "Mengapa kami bawa DVF ke Indonesia adalah karena model baju terbaru gaya rancangannya yang distinctive. Kami juga melihat evolusi desain DVF sejak dulu. Ia adalah pionir baju dengan desain wrap dress, lalu terus berkembang hingga akhirnya menjadi salah seorang jadi fashion leader, serta memperkenalkan banyak siluet lain. DVF juga memiliki gaya desain yang 'tentang wanita', motonya, 'proud to be a woman', dalam arti mempercantik bentuk figur tubuh wanita. Kami suka dengan gayanya itu."
Untuk S/S 2011, DVF mencanangkan koleksi bertajuk goddess, yang banyak bermain pada bahan-bahan ringan, melambai, struktur loose, liquid silk dress, dan celana gather high waisted, juga cropped pants. Untuk warna-warna, DVF bermain dengan sensasi warna koral, cokelat tembakau, kuning menyala, violet pekat, biru elektrik, dan hijau, krem, yang kesemuanya menciptakan kontras tetapi masih saling mendukung satu sama lain meski dipadankan dengan tabrak lari. Corak print yang kuat, bold, seperti bentuk awan, lambang arsitektural, mengalir, dan tabrak corak masih menjadi ciri DVF.
"Saya sendiri suka DVF karena cutting oke, harga reasonable, model tidak pasaran, serta punya ciri khas yakni print yang selalu berani, tetapi saat dikenakan masih masuk dengan kulit kita. Meski di Indonesia, lebih senang tren Hollywood ketimbang gaya London atau Paris, tidak bisa dipungkiri, sekarang masyarakat Indonesia sudah banyak yang berani mengekspresikan personal type-nya. Tetapi yang saya lihat, penduduk Jakarta lebih senang dengan warna-warna yang terang dan eye catching, karena mereka akan datang ke acara-acara, dan mereka ingin stand out in the crowd. Selain itu, secara harga, meski banyak label-label high street, seperti Mango, Topshop, dan katanya H&M akan segera masuk ke sini, tetapi saya rasa label-label seperti DVF yang tepat untuk tipe orang yang ingin sesuatu yang bagus dan tidak terlalu massal, pasti akan selalu ada market di Indonesia," tutur Fitria Yusuf yang saat diwawancara mengenakan blazer putih dan celana pendek mini koleksinya dari DVF.
Ke depannya, Lareina dan partnernya di PT Graha Lifestyle yakin, DVF masih akan terus mengupayakan penambahan gerai seiring perkembangan gaya hidup di Indonesia, "Di Indonesia, mal masih terus berkembang dan jadi tempat tujuan. Ke depannya, kami mengharap akan membuka tempat lain, melihat waktu dan lokasi. So far, kami sangat senang dengan respons masyarakat. Sejak pertama membuka toko di Plaza Indonesia, para pelanggan yang sudah pernah ke luar negeri dan tahu brand ini, banyak yang mendatangi gerai kami. Jadi, kami senang karena ternyata market di sini menerima dan sasaran kami tepat. Pelan-pelan, kami juga meningkatkan market awareness. Model Baju terbaru mudah dipakai, jadi banyak penggemarnya. Cocok untuk wanita bekerja, dan wanita yang merasa nyaman dengan dirinya dan bisa mengenakan apa pun."
NAD
Model Baju Terbaru -Kekasih Ronaldo Gemar Daur Ulang Pakaian-
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Deny Budiman
TRIBUNNEWS.COM - Sebagai model internasional, dan kekasih pesepakbola multi-millionaire, layaknya Irina Shayk selalu mengenakan pakaian terbaru dari para desainer ternama. Namun, model asal Rusia ini ternyata termasuk hemat dalam urusan fashion. Termasuk juga tak sungkan mendaur-ulang' busana saat tampil di depan umum.
Cover girl Sports Illustrated ini tepergok sedang berjalan-jalan dengan Ronaldo di Madrid akhir pekan lalu. Yang menarik, model 25 tahun itu mengenakan pakaian yang pernah dikenakannya dalam sebuah acara baru-baru ini.
Pakaiannya itu berupa model baju terbaru tanpa lengan alias you can see yang berenda berwarna hijau olive. Nah, model baju terbaru seksi itu pernah dipakainya pula saat peluncuran clothing anyarnya bermerek Xti 2011-12 di Madrid awal bulan ini.
Orang-orang masih ingat penampilan Irina di acara peluncuran tersebut karena ia dinilai sangat seksi dengan mengenakan model baju terbaru yang terbilang minim tersebut.
Kini, perempuan berbibir tebal ini tak sungkan untuk kembali mengenakan baju favoritnya di depan publik. Bedanya, ia dengan cerdas 'mendaur-ulang' yakni menyamarkan dengan memakai jaket kulit warna hijau tosca.
Agar lebih cantik, Irina memadukan pula dengan celana jeans warna hitam, dan tas besar berwarna pink, sehinggap penampilannya nampak elegan, dan berwarna.
Kekasihnya, Ronaldo,juga tampil tak kalah menawan. Memakai jaket kulit warna gelap dari Gucci dengan celana katun warna abu-abu. Untuk menyamarkan identitasnya, penyerang Real Madrid ini memakai kacamata hitam, dan topi. Demikian juga Irina yang memakai kacamata hitam agar tak dikenali orang.
Namun, toh tetap saja orang-orang yang berada di sekitar mereka mengenali pasangan populer ini. Irina dan Ronaldo pun sempat kerepotan ketika sejumlah orang kemudian meminta tanda-tangan, dan ingin berfoto bersama di jalanan Madrid saat itu.
Asal tahu saja, di kalangan para selebritas, mengenakan kembali pakaian serupa di depan publik termasuk 'haram' hukumnya. Sejumlah selebritas memanfaatkan jasa penyewaan pakaian agar penampilan mereka selalu terlihat baru.
Bagi Irina, pantangan itu justru menjadi tantangan. "Baju boleh sama, tapi kita bisa menyiasati dengan memakai ornamen atau aksesoris lain agar terlihat seperti baru," ujarnya dalam wawancara dengan E! Online dikutip lagi dari Daily Mail, kemarin.
"Lagi pula, saya bukan tipe orang yang ingin menjadi trend-setter. Bagi saya, bukan sebuah dosa memakai pakaian sama untuk beberapa acara," ujarnya lagi.
Baginya, selain faktor fashion, yang lebih penting lagi adalah tubuh yang bugar, segar, dan fit. "Sebagus apapun pakaian, tapi kalau yang memakainya kuyu, maka keindahannya tak akan keluar," kata Irina.
Untuk menjaga kebugaran, model seksi ini pergi ke gym lima kali dalam sepekan. "Saya pilih makanan sehat, tapi tak pernah diet. Saya makan apapun setiap saya ingin, tapi tak berlebihan," ujarnya.
Sejak berkencan dengan Ronaldo, karier Irina terus meroket. Terakhir, ia menjadi model untuk sejumlah klien elite, seperti Victoria's Secret, dan Ory swimwear.
Padahal, awalnya Irina yang berasal dari Yemanzhelinsk, Rusia ini mengatakan bukan hal mudah untuk pergi ke New York, mengikuti impiannya jadi model. Bicara tentang kota kelahirannya, ia mengatakan, "Kami bahkan tak punya majalah fashion di sana," ujar perempuan yang juga kerap disebut "Cinderella dari Rusia" lantaran kisah hidupnya yang inspiratif ini.
Editor: Ade Mayasanto
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM - Sebagai model internasional, dan kekasih pesepakbola multi-millionaire, layaknya Irina Shayk selalu mengenakan pakaian terbaru dari para desainer ternama. Namun, model asal Rusia ini ternyata termasuk hemat dalam urusan fashion. Termasuk juga tak sungkan mendaur-ulang' busana saat tampil di depan umum.
Cover girl Sports Illustrated ini tepergok sedang berjalan-jalan dengan Ronaldo di Madrid akhir pekan lalu. Yang menarik, model 25 tahun itu mengenakan pakaian yang pernah dikenakannya dalam sebuah acara baru-baru ini.
Pakaiannya itu berupa model baju terbaru tanpa lengan alias you can see yang berenda berwarna hijau olive. Nah, model baju terbaru seksi itu pernah dipakainya pula saat peluncuran clothing anyarnya bermerek Xti 2011-12 di Madrid awal bulan ini.
Orang-orang masih ingat penampilan Irina di acara peluncuran tersebut karena ia dinilai sangat seksi dengan mengenakan model baju terbaru yang terbilang minim tersebut.
Kini, perempuan berbibir tebal ini tak sungkan untuk kembali mengenakan baju favoritnya di depan publik. Bedanya, ia dengan cerdas 'mendaur-ulang' yakni menyamarkan dengan memakai jaket kulit warna hijau tosca.
Agar lebih cantik, Irina memadukan pula dengan celana jeans warna hitam, dan tas besar berwarna pink, sehinggap penampilannya nampak elegan, dan berwarna.
Kekasihnya, Ronaldo,juga tampil tak kalah menawan. Memakai jaket kulit warna gelap dari Gucci dengan celana katun warna abu-abu. Untuk menyamarkan identitasnya, penyerang Real Madrid ini memakai kacamata hitam, dan topi. Demikian juga Irina yang memakai kacamata hitam agar tak dikenali orang.
Namun, toh tetap saja orang-orang yang berada di sekitar mereka mengenali pasangan populer ini. Irina dan Ronaldo pun sempat kerepotan ketika sejumlah orang kemudian meminta tanda-tangan, dan ingin berfoto bersama di jalanan Madrid saat itu.
Asal tahu saja, di kalangan para selebritas, mengenakan kembali pakaian serupa di depan publik termasuk 'haram' hukumnya. Sejumlah selebritas memanfaatkan jasa penyewaan pakaian agar penampilan mereka selalu terlihat baru.
Bagi Irina, pantangan itu justru menjadi tantangan. "Baju boleh sama, tapi kita bisa menyiasati dengan memakai ornamen atau aksesoris lain agar terlihat seperti baru," ujarnya dalam wawancara dengan E! Online dikutip lagi dari Daily Mail, kemarin.
"Lagi pula, saya bukan tipe orang yang ingin menjadi trend-setter. Bagi saya, bukan sebuah dosa memakai pakaian sama untuk beberapa acara," ujarnya lagi.
Baginya, selain faktor fashion, yang lebih penting lagi adalah tubuh yang bugar, segar, dan fit. "Sebagus apapun pakaian, tapi kalau yang memakainya kuyu, maka keindahannya tak akan keluar," kata Irina.
Untuk menjaga kebugaran, model seksi ini pergi ke gym lima kali dalam sepekan. "Saya pilih makanan sehat, tapi tak pernah diet. Saya makan apapun setiap saya ingin, tapi tak berlebihan," ujarnya.
Sejak berkencan dengan Ronaldo, karier Irina terus meroket. Terakhir, ia menjadi model untuk sejumlah klien elite, seperti Victoria's Secret, dan Ory swimwear.
Padahal, awalnya Irina yang berasal dari Yemanzhelinsk, Rusia ini mengatakan bukan hal mudah untuk pergi ke New York, mengikuti impiannya jadi model. Bicara tentang kota kelahirannya, ia mengatakan, "Kami bahkan tak punya majalah fashion di sana," ujar perempuan yang juga kerap disebut "Cinderella dari Rusia" lantaran kisah hidupnya yang inspiratif ini.
Editor: Ade Mayasanto
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Model Baju Terbaru Zombie Boy, Sahabat Baru Lady Gaga
Liputan6.com, Los Angeles: Sudah melihat videoklip terbaru penyanyi sensasional Lady Gaga bertajuk Born This Way Mungkin Anda akan penasaran dengan model pria bermake-up tato tengkorak di sekujur tubuhnya yang berdampingan dengan Gaga.
Seperti dilansir situs Dailymail.co.uk, Kamis (10/3), pria bernama Rick Genest alias "Zombie Boy" itu ternyata memiliki tato asli dan bukan riasan. Pria asal Montreal, Kanada, itu pertama kali ditemukan oleh stylist atau penata gaya sekaligus desainer ternama Gaga, Nicola Formichetti, di Facebook. Di situs jejaring sosial ini Rick sudah memiliki penggemar sebanyak 20.000 orang.
Tak hanya tampil di videoklip, Rick juga sempat menghebohkan panggung catwalk acara Thierry Mugler Paris Fashion Week yang digelar pada awal pekan ini, dengan berjalan bak model profesional bersama Gaga. Ia didaulat sebagai model untuk memamerkan model baju terbaru rancangan desainer Formichetti, yang juga dinobatkan sebagai creative director baru untuk merek fashion Thierry Mugler.
Dengan tato uniknya itu, Rick juga menjadi magnet para wanita hingga model profesional di acara tersebut. Saat di belakang panggung, Rick mengatakan kepada majalah mode New York WWD, "Aku ini super istimewa. Dan aku juga seorang seksual perfomer yang menyukai atmosfer acara freak-show seperti ini."(JAY/ANS)
Seperti dilansir situs Dailymail.co.uk, Kamis (10/3), pria bernama Rick Genest alias "Zombie Boy" itu ternyata memiliki tato asli dan bukan riasan. Pria asal Montreal, Kanada, itu pertama kali ditemukan oleh stylist atau penata gaya sekaligus desainer ternama Gaga, Nicola Formichetti, di Facebook. Di situs jejaring sosial ini Rick sudah memiliki penggemar sebanyak 20.000 orang.
Tak hanya tampil di videoklip, Rick juga sempat menghebohkan panggung catwalk acara Thierry Mugler Paris Fashion Week yang digelar pada awal pekan ini, dengan berjalan bak model profesional bersama Gaga. Ia didaulat sebagai model untuk memamerkan model baju terbaru rancangan desainer Formichetti, yang juga dinobatkan sebagai creative director baru untuk merek fashion Thierry Mugler.
Dengan tato uniknya itu, Rick juga menjadi magnet para wanita hingga model profesional di acara tersebut. Saat di belakang panggung, Rick mengatakan kepada majalah mode New York WWD, "Aku ini super istimewa. Dan aku juga seorang seksual perfomer yang menyukai atmosfer acara freak-show seperti ini."(JAY/ANS)
Langganan:
Postingan (Atom)